Kamis, 07 Januari 2010

ETOS SEOARANG PENDIDIK

by: Abunazar Alim
1.Mendidik adalah rahmat, aku mendidik tulus penuh syukur
2.Mendidik adalah amanah, aku mendidik benar penuh tanggung jawab
3.Mendidik adalah panggilan, aku mendidik tuntas penuh integritas
4.Mendidik adalah aktualisasi, aku mendidik keras penuh semangat
5.Mendidik adalah ibadah, aku mendidik serius penuh kecintaan
6.Mendidik adalah seni, aku mendidik cerdas penuh kreativas
7.Mendidik adalah kehormatan, aku mendidik tekun penuh keunggulan
8.Mendidik adalah pelayanan, aku mendidik paripurna penuh ikhlas lillahi ta’ala

BERITA GHIBAH........

By: Abunazar Alim
Wartawan adalah profesi yang sangat membutuhkan kejujuran, untuk mencari dan menyusun fakta – fakta untuk diolah menjadi sebuah berita. dan wartawan juga berpeluang besar untuk melakukan ketidakjujuran, ketidakakuratan, atau bahkan manipulasi dan penipuan dalam penyajian berita kepada masyarakat. sebuah berita adalah informasi untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan sesuatu hal. bukan membincangkan aib ataupun memberitakan hal – hal yang membuat orang yang melihatnya terlena dan melupakan kewajibannya. Karena Infotainment adalah bagian dari para wartawan selayaknya untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Memberitakan dan membincangkan kejelekan aib seseorang adalah perbuatan yang sangat tercela. Dengan demikian, timbul pertanyaan! Bagaimana dengan acara televisi yang saat ini banyak memberitakan aib seseorang?
Dirjen Bimas Islam Depag, Prof Dr Nasaruddin Umar menegaskan, tayangan infotainment yang mengandung gosip, pribadi keluarga, rumah tangga seseorang yang pada akhirnya mengandung ghibah, tentu sangat tidak pantas untuk ditayangkan dan sebagai tontonan publik,"
Dengan demikian para pekerja infotainment harus benar – benar memperhatikan kode etik jurnalistik, tegas Rano Karno sebagai artis senior dan Wakil Bupati Tangerang saat ini. Maka, hal-hal yang dilarang agama, seperti mengumbar aurat, membuka aib orang lain, dan mengorek-ngorek kesalahan orang untuk dikonsumsi publik, menjadi satu hal yang tidak harus dieksploitasi karena merusak akhlak dan tidak memiliki nilai edukasi.
Dr. Zain Al-Najah menyatakan bahwa,“Membuka aib orang lain itu haram! Apalagi semua itu dilakukan tanpa ada maksud yang jelas atau tidak ada keuntungannya.”
Menurut Prof Dr. KH. Ali Mustafa Ya’kub, MA, hukum keharaman infotainment yang memfitnah dan mengumpat ini terang terdapat dalam Al-Qur’an, bahwasannya itu haram. QS. Al-Hujarat:12, bunyinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."
Dengan demikian, para infotainment seharusnya menayangkan atau memberitakan sebuah berita dengan tujuan yang baik dan dapat membangun peradaban. Kalau boleh saya ibaratkan, Seorang infotainment ibarat pedang, apabila pedang di tangan mujahid ia adalah alat untuk berjihad dan apabila pedang tersebut di tangan perampok, maka pedang itu merupakan alat untuk melakukan tindak kejahatan. Selanjutnya bagaimana para infotainment melaksanakan amanahnya tersebut.
Dan juga bagaimana pemerintah bertanggung jawab mengawasi jalannya infotainment. Namun, bagaimanapun seorang muslim memiliki tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt. Dari segala perbuatan yang dilakukan. Wallahu ‘alam bishowab.

PARFUM DUNIA VS PARFUM AKHIRAT

By : Abunazar Alim

Aku memang orang desa. Tentu asing dengan berbagai parfum yang saat ini tercium ketika aku berada di sebuah mall di belahan kota metropolitan. Jujur saja, ketika aku masih SD dulu, aku gunakan wewangian (parfum) yang kala itu baru mengenalnya. Sebagian orang pasti tahu minyak wangi cap putri duyung, atau lebih akrab di kenal dengan “minyak keyonyong.” Buat aku memang belum mengenal berbagai wewangian berkelas seperti yang saat ini tercium olehku.
Sebagai anak yang baru gede tentu aku juga ingin tampil oke disamping teman – teman sebayaku, dengan bau yang wangi tentunya untuk menutupi bau badan yang terkadang membuat orang harus menahan nafas. Seiring perjalan waktu dan semangkin aku tahu bahwa ternyata minyak yang aku biasa pakai tersebut digunakan untuk campuran bunga yang di jadikan sesajen.
Memang berbeda katika aku mulai bekarja dan menghasilkan uang sehingga dapat mengenal parfum yang berkelas seperti: boss, Bulgary, Versace, Escape dan lain - lain, dan itupun sebatas aku mengenal dari teman – teman yang memakainya, yang keharumannya sangat – sangat jauh dengan minyak wangi yang aku gunakan dulu. Dan ternyata minyak wangi yang aku pakai dulu kini tak mau aku memakainya lagi karena dapat membuat kepala menjadi pusing tujuh putaran.
Ada pelajaran yang dapat diambil dari cerita diatas, bahwa pernak – pernik kenikmatan dunia sebagai parfum yang sangat kita kagumi dan menganggap parfum dunia inilah yang terharum, terbaik dan mungkin satu – satunya yang ternikmat. Sementara kita belum pernah tahu dan lebih jauh lagi belum pernah mencium bau harum kenikmatan akhirat “parfum akhirat”, maka kita dapat menyaksikan bagaimana umat manusia berebut untuk dapat memiliki dan mencium terus kenikmatan parfum dunia. Bahkan untuk menciumnya menghalalkan segala cara untuk memiliki parfum dunia itu.
Coba kita renungkan firman Allah swt. “ dan Sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).” (QS. 93:4)
Ternyata kenikmatan parfum dunia itu hanya ibarat “setetes air di lautan luas” dan firmannya juga, “ tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. 87: 16-17)
dan pesanNya lagi, “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam Keadaan tercela dan terusir.” (QS. 17:18)
selanjutnya, bagaimana kita memahami ayat – ayat yang menggambarkan aktivitas bisnis manusia yang dapat menyeret kita sekuat – kuatnya sehingga lupa akan bisnis akhirat berikut ini:
“dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik pemberi rezki.” (QS. 62:11)
Sungguh kita telah banyak menyaksikan bagaimana orang – orang yang tadinya sangat khawatir tercebur pada perbuatan yang membahayakan masa depan akhirat, kini terjerumus dengan tidak sengaja ataupun sengaja kelembah hina yang dulu sangat ditakuti. Hanya sesuatu yang membuatnya jadi ternama misalnya, seorang yang tadinya sangat hati – hati dalam berpakaian, kini ia rela menggantungkkan bajunya dan iapun siap menjadi gantungan baju para disainer, apapun bentuk busananya. Yang penting aku banyak uang. Perhatikan pesan Allah swt. “Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, Maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.” (QS. 2:86)
Jelas sekali di era kapitalais ini, bagaimana orang memandang orang lain. Seseorang dianggap hebat dan patut dihormati jika ia banyak harta. Seorang di anggap terkenal dan ternama karena seorang itu paling rajin tampil di ruang publik dengan terus memoles wajahnya dengan berbagai topeng yang melenakan alias menipu. Teori orang – orang kulit putih ditelan mentah – mentah tanpa ada filter dan firman Allah swt di tafsirkan semaunya sendiri. Mari kita renungkan firmanNya: “kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. 2:212)
Dengan demikian, kehidupan dunia ini diciptakan dengan maksud dan tujuan yang jelas. Namun, menghabiskan segala tenaga dan energi, waktu dan biaya, umur dan sampai menjual harga diri, hanya untuk mendapatkan dan merebutkan harumnya parfum dunia adalah KELIRU. Kejarlah akhiratmu maka, dunia akan kau dapat. Dunia adalah ladang dan jembatan untuk mencium parfum akhirat. Wallahu ‘alam bishowab.